Selasa, 3 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
777gi.net777gi.net
777gi.net - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Jangan Minum Sebelum Terbang, Lakukan Ini Biar Gak...

Jangan Minum Sebelum Terbang, Lakukan Ini Biar Gak Dehidrasi

Mitos soal minum sebelum terbang bikin banyak traveler dehidrasi. Ini kebiasaan kecil yang beneran ngaruh buat tubuh kamu.

Jangan Minum Sebelum Terbang, Lakukan Ini Biar Gak Dehidrasi

Gue pernah duduk di kursi pesawat sebelah seorang bapak yang sepanjang penerbangan cuma minum sekali, itupun seteguk. Alasannya klasik: "Katanya gak boleh minum banyak sebelum terbang, nanti kebelet pipis terus." Gue cuma bisa manggut-manggut sambil dalam hati mikir, lah, ini mitos dari mana lagi?

Dan ternyata bukan cuma dia. Setelah ngobrol sama beberapa temen yang sering dinas luar kota, polanya mirip. Banyak yang sengaja nahan minum sebelum naik pesawat atau kereta api jarak jauh, takut repot ke toilet. Padahal justru kebiasaan kecil inilah yang bikin badan lemes, kepala pusing, dan kulit kering pas nyampe tujuan. Jadi di artikel ini gue mau bongkar beberapa mitos kesehatan "ala traveler" yang sering dianggap benar, plus jalan keluarnya biar kamu gak salah kaprah lagi.

Baca juga: Dulu Gue Kira Duduk Manis Itu Aman, Ternyata Kerja Kantoran Bikin Salah Kaprah

Mitos: Nahan Minum Biar Gak Bolak-Balik ke Toilet

Ini mitos paling populer dan paling sering gue dengar. Logikanya kedengaran masuk akal: kurang minum = gak pipis = gak ganggu penumpang sebelah. Masalahnya, tubuh kamu bukan mesin yang bisa ditawar gitu aja.

Di kabin pesawat, kelembapan udara bisa turun drastis, kadang cuma sekitar 20 persen. Bandingin sama kelembapan ruangan normal yang biasanya di atas 40 persen. Ditambah lagi kamu duduk diam berjam-jam, sirkulasi darah melambat, dan tubuh menguapkan cairan lewat napas tanpa kamu sadar. Kalau ditambah gak minum, ya tinggal nunggu waktu aja sampai kepala nyut-nyutan dan tenggorokan kering.

Gue sendiri pernah kena batunya. Dulu gue pikir nahan minum itu solusi biar gak repot. Hasilnya? Sampai di bandara tujuan, gue pusing, bibir pecah-pecah, dan badan rasanya kayak habis lari maraton padahal cuma duduk. Sejak itu gue kapok dan mulai minum normal sebelum terbang. Ke toilet dua kali selama penerbangan? Ya gak masalah. Itu jauh lebih murah daripada harus beli obat sakit kepala di bandara.

Nahan haus bukan berarti tubuh kamu baik-baik aja. Itu tandanya kamu udah telat minum.

Mitos: Minum Kopi Sebelum Jalan Itu Wajib Biar Melek

Nah, ini juga sering banget. Banyak orang gak bisa jalan tanpa kopi pagi, apalagi kalau harus berangkat subuh ke bandara. Gue paham banget rasanya. Tapi ada satu hal yang sering dilupain: kopi itu bersifat diuretik, artinya bikin kamu lebih sering pipis. Kalau kamu minum dua gelas kopi terus gak diimbangi air putih, efek dehidrasinya bisa lebih kerasa.

Bukan berarti kamu gak boleh ngopi sama sekali, ya. Gue juga masih ngopi kok sebelum berangkat. Cuma sekarang gue biasain minum segelas air putih dulu sebelum kopi, terus bawa botol minum kosong yang bisa diisi ulang setelah lewat security. Simpel banget, tapi efeknya kerasa. Badan gak lemes, dan gue gak perlu bolak-balik beli air mineral di bandara yang harganya kadang bikin kaget.

Kebiasaan kecil yang gue terapin sekarang

  • Minum segelas air putih sebelum berangkat dari rumah, bukan setelah sampai bandara.
  • Bawa botol minum kosong, isi ulang setelah checkpoint keamanan.
  • Selama penerbangan atau perjalanan panjang, minum sedikit-sedikit tiap 30-45 menit, jangan tunggu haus.
  • Kalau mau ngopi, imbangi dengan air putih yang cukup.

Mitos: Makan Berat Sebelum Jalan Biar Gak Lapar di Perjalanan

Ini juga klasik. Sebelum berangkat, kita makan porsi besar dengan alasan "biar kuat sampai tujuan". Padahal kalau kamu duduk diam berjam-jam setelah makan berat, pencernaan jadi lambat, perut terasa begah, dan kadang malah mual. Apalagi kalau kamu naik pesawat atau bus yang guncangannya lumayan.

Pengalaman gue, makan berat sebelum jalan itu sering berakhir dengan rasa gak nyaman sepanjang perjalanan. Sekarang gue lebih milih makan porsi normal, terus bawa camilan ringan kayak kacang atau buah kering. Cukup buat nahan lapar, gak bikin perut berat. Kalau perjalanannya panjang, baru deh makan lagi di tengah jalan dengan porsi yang wajar.

Ini bukan soal diet atau hitung-hitungan kalori. Ini murni soal kenyamanan tubuh. Kamu yang sering bepergian pasti tahu rasanya duduk empat jam dengan perut penuh. Gak enak banget, kan?

Mitos: Kaki Pegas Itu Cuma Masalah Orang yang Sering Duduk di Kantor

Banyak traveler nganggap kaki bengkak atau pegal setelah perjalanan panjang itu hal biasa yang gak perlu dipikirin. Tinggal istirahat, besok juga sembuh. Padahal ini sinyal tubuh kalau sirkulasi darahnya kurang lancar gara-gara duduk terlalu lama.

Kebiasaan kecil yang gue lakuin sekarang: tiap satu atau dua jam, gue gerakin kaki. Di pesawat, gue tekuk-tekuk pergelangan kaki, angkat tumit, puter-puter kaki sebentar. Kalau di kereta atau bus yang ada ruangnya, gue sesekali berdiri dan jalan ke ujung gerbong. Kelihatan sepele, tapi bikin kaki gak kerasa berat pas nyampe. Buat kamu yang sering perjalanan jauh, ini investasi kecil yang hasilnya kerasa banget.

Gue juga mulai biasain pakai kaos kaki kompresi kalau penerbangannya lebih dari empat jam. Awalnya gue mikir itu cuma buat lansia atau orang sakit. Ternyata banyak traveller muda yang pakai, dan menurut gue efeknya nyata. Kaki gak se-bengkak dulu.

Jadi, Mulai dari Mana?

Gak perlu langsung ngubah semua kebiasaan. Pilih satu yang paling gampang kamu terapin dulu. Buat gue, mulai dari minum air putih yang cukup sebelum dan selama perjalanan itu yang paling gampang dan paling kerasa efeknya. Setelah itu baru urusan makan, gerak kaki, dan lain-lain.

Intinya, banyak mitos kesehatan soal perjalanan itu lahir dari rasa gak nyaman yang pengen dihindari instan. Nahan minum biar gak ke toilet, makan banyak biar gak lapar, ngopi banyak biar melek. Semuanya kedengaran praktis, tapi justru bikin tubuh kamu kerja lebih keras.

Kamu yang sering bepergian pasti tahu, perjalanan itu udah cukup bikin capek. Jangan ditambah capek gara-gara kebiasaan kecil yang sebenernya gampang diubah. Coba deh mulai dari satu botol air putih dan satu kebiasaan gerakin kaki. Sebulan lagi, badan kamu bakal bilang terima kasih.

===
Tags: mitos kesehatan tips traveling dehidrasi kebiasaan sehat kesehatan penerbangan